Review Warung Sejati Kota Batu Malang

Hai semuanya... Intan kembali lagi nih, so jangan segan – segan mampir ke blog saya ya. Banyak hal hal menarik yang bisa anda dapatkan disini. 

Kali ini Intan mau mereview tempat makan yang ada di kota Batu Malang.

Rencananya sih bukan mau makan saya ke Batu tapi cuma mau ngasih undangan ke teman kuliah dan kebetulan dia punya warung di dekat alun alun Batu Malang. Nama teman saya A.

Tanpa memberi tahu dia sebelumnya karena pasti kalau saya ngasih tau kepada si A dan membawa teman pasti dia menolak untuk dikunjungi.

Dia cuma mau kalau saya sendiri yg mengunjunginya di rumah. Entah kenapa mungkin dia takut rugi kali kalau saya ngajak teman juga, soalnya nanti khan dikasih makan gratis juga.

Padahal dia khan sudah tahu saya juga gak bisa sepeda motoran. Kalau harus naik angkot ke tempatnya pasti juga ribet dan berat di ongkos.

Saya sempat mau mampir sambil bawa pacar saya kesana, tapi dia menolak, pada akhirnya kami menghabiskan waktu di cafe pas alun – alun Batu, anda bisa baca review kafe tersebut disini.

Saya berteman sudah lama, mulai dari saya MOS di Universitas Brawijaya sampai lulus kuliah. Kadang saya sudah bekerja pun masih suka nemenin dia ke kampus.

Di kuliahan itu kami sudah sangat dekat, hampir setiap hari berdua kemana – mana. Kecuali kalau memang mata kuliahnya beda.

Tapi entah kenapa saat hari pernikahan saya, dia tidak datang. Saya sempat kecewa sekali karena saya ingin membagi kebahagiaan saya dengannya. Apalagi teman kampus saya cuma bisa dihitung jari.

Waktu kami bertiga masih bersahabat yaitu si M dan si A, dan saya. Kami memutuskan untuk datang ke pernikahan masing masing dan memberi hadiah special dan berkunjung ke pesta pernikahan sambil selfie cantik.

Buat mereka mungkin itu Cuma asal ngomong saja tapi saya masih ingat saat mereka bicara seperti itu. Saya senang sekali punya sahabat.

Tetapi faktanya mungkin saya saja yg baper, sampai waktu kuliah lulus saya masih berharap agar komunikasi tidak terputus dan bisa reuni sewaktu – waktu walau sama - sama sibuknya.

Saya sudah menunggunya mulai pagi sampai acara selesai berharap kalau dia bisa datang, walau dia sudah mengatakan tidak bisa datang saat itu via chat.

Dengan alasan sibuk karena pekerjaan ga bisa ditinggal. Walau dia gak bawa apa – apa juga gak masalah, saya Cuma berharap kehadirannya. Thats it.

Yah dari sanalah akhirnya persahabatan kami terputus begitu saja. Ya wajar khan ya kalau saya marah sementara. Setelah beberapa minggu setelah hari pernikahan saya, si A saya hubungin sudah tidak mau balas, dan dari situlah langsung lost contact.

Saya lihat teman dari kuliah Cuma 1 orang yg datang, bahkan sahabat saya sendiri aja gak ada. Orang tua saya juga nanyain. Bahkan dia sudah siapin bawaan berkat yg istimewa untuk mereka.

Untuk si M sih gak masalah karena dia juga membantu saya banyak, dan lagi lokasinya ada di Jakarta. Sedangkan si A, ada di kota Batu. Yah walau memakan waktu 2 jam harusnya bisa buat berkunjung. Saya saja ngantar undangan jauh – jauh ga masalah.

Lain lagi sama teman – teman SMA, walau mereka berada jauh dari Surabaya pun bisa buat nyempetin ke rumah saya yg sederhana.

Sekedar curhat saja. Kita lanjutkan ke masalah tadi. Kalau mau ke Warungnya silahkan pakai map di bawah ini.



Dari pusat alun alun Batu, jalan saja sih bisa kalau ke warung teman saya. Warung teman saya namanya Warung Sejati

Kalau dari ceritanya sih asal mulanya dulu ini cuma warung biasa yang kecil, tapi karena makanannya enak dan pengunjung banyak yg datang, jadilah warung ini sukses seperti sekarang.

Walaupun namanya warung, tempat makan ini tidak terlihat seperti warung biasa sederhana di pinggir jalan. Melainkan, tempat makan seperti depot, masakan yang diunggulkan adalah masakan Jawa kental. Anda bisa pilih menu makanannya di kaca bening yang mudah terlihat.

Karyawannya sih tidak banyak, mungkin 4 sampai 5 orang karena terkadang pemiliknya sendiri juga jadi karyawannya yg melayani pelanggan dengan baik. Bahkan kalau hari libur, teman saya sampai kewalahan melayani tamu.

Bukan hanya itu saja, kadang dia juga tega tidak menghadiri undangan pernikahan sahabatnya sendiri karena lebih mementingkan urusan pekerjaan keluarganya. Dia juga gak bisa keluar rumah kecuali alasan tertentu yang menurutnya sangat penting.

Kalau masalah masakannya memang saya akui masakan almarhum umiknya memang enak banget. Seperti pecel, dan olahan usus sapinya yang ga bisa nahan untuk dimakan. Saya pernah diberi bungkusan bekal kalau di kampus gitu nunggu seharian.

Tahun lalu, mungkin terakhir kalinya saya makan disana. Saya diberi rawon jawa, dengan taburan cambah kecil di atasnya dan sambal, dengan daging yg lumayan banyak. Yang khas lagi ialah koya khasnya itu membuat rawonnya semakin sedap.





Minumannya kebanyakan minuman botolan seperti es teh botol, minuman bersoda, kalau mau minum minuman hangat mungkin juga ada. Bisa pesan di kasirnya.

Buat anda yang ingin mampir silahkan mampir saja. Sekarang sudah ada di google map. Yah untuk si pemiilik warung, saya doakan semoga warungnya ramai dan jangan terlalu sibuk kerja kalau bisa, nikmati hidup sekali – kali supaya gak stress.

Ingat ya sahabatnya itu bukan nemenin diwaktu dibutuhkan aja, tapi saat mereka bahagia atau sedih seharusnya bisa menemani mereka. Terima kasih atas semuanya, semoga Allah saja yg membalas kebaikanmu.


Yah saya gak marah, saya juga gak bisa memungkiri hari - hari yg kita lewati sangat indah dan sulit dilupakan. Jika Si A membaca, semoga dia bisa menghubungi saya lagi dan berteman seperti dulu, walau gak bisa sedekat dari sebelumnya. #LetsGuide
Previous
Next Post »
Powered by Blogger.