Bakso Kikil Pak Oshin Surabaya Review dan Alamat

Kemaren suami saya ngidam banget sama bakso kikil, habis lihat reviewnya di youtube, televisi, dan dimana-mana jadi dia ikutan ngiler juga lihatnya. Tahu khan ya sama yang namanya kikil itu, iya kaki sapi yang sumsumnya enak disedot. #LetsGuide


Alamat
Kebetulan kemaren saya cari bakso Oshin ternyata dekat banget dengan rumah saya yang di Surabaya. Tepatnya di wilayah Simo, saya sering ngelewatin tapi gak sadar kalau ternyata di daerah tersebut ada bakso kikil.

Memang sih tempatnya agak menjorok ke gang, dan di luar ekspetasi ternyata tempatnya juga gak besar – besar amat. Namun karena cabangnya yang sudah menjamur dimana-mana jadi saya dan suami penasaran banget ingin memakannya.

Tempat jual baksonya terbilang cukup kecil dan pengunjungnya waktu saya datang cuma dua. Saya kira kemaren antri panjang karena berdasarkan review web, yang beli lumayan banyak. Mungkin bukan bakso Oshin cabang Simo ya.


Kalau dari Simo Sidomulyo rumah saya mngkin Cuma 10 menitan saja. Tempatnya dekat dengan tol. Sebelum masuk ke jalan simojawar khan ada yang namanya jembatan tol sebelum lampu merah. Nah setelah jembatan itu nanti ada gang pertama lalu masuk ke kiri. 




Jam bukanya mulai jam 12 siang sampai 11 malam. JAdi artinya anda gak bisa sarapan bakso kikil soalnya bukanya siang. Waktu istirahat di kantor anda mungkin bisa mampir makan siang atau pulang kerja untuk makan malam bersama keluarga ataupun teman - teman.

Tempat Parkir

Untuk tempat parkirnya bisa saya bilang gak ada. Saya aja parkir sepeda motor di seberang tempat makannya. Pas pertama markir gak ada tukang parkirnya. Herannya pas sudah rame ternyata ada tukang parkir dadakan.

Suasana

Setelah saya menginjakkan kaki pertama kali, saya pun ditanyai dengan seorang ibu – ibu karena disini tempatnya kecil jadi jangan harap ada waiters yg cantik – cantik ngelayani anda. 




Di bawah meja ada beberapa tabung gas kosong menumpuk membuat kaki saya gak enak takut guling dan kegencet. Untung saja gak jatuh, cuma sempat ketatap aja dengkul saya.

Menu
Kemudian kami pun memilih seperti yg kami idam – idamkan sebelumnya yaitu bakso kikil 2 mangkok ditemani 1 buah lontong, 4 buah gorengan, 1 es teh dan 1 jeruk hangat. Karena kebetulan habis hujan jadi saya pingin yang hangat – hangat.

Disini ada menunya, jadi kalau anda pengen tahu harganya bisa melihat dengan mudah di tembok. Bentuknya print – print an, ada yang sebagian ditulis sama bolpen. Mungkin kelupaan ngetiknya. Saya sempat memotretnya kalau anda pengen tahu.




Seperti yang anda lihat, makanan yang paling mahal disini memang bakso kikilnya seharga 20.000 rupiah per mangkok. Setelah itu urutan kedua ada bakso biasa yang harganya 12.000 per porsi. Es teh 3000 rupiah, teh hangat 2000, lontong 2000, gorengan 1000 dapat 2, es jeruk 4000, dan jeruk hangat 3000.




Di atas kepala juga ada kerupuk kuning dan putih yang bisa anda pilih, tapi saya gak tahu berapaan harganya karena gak beli dan makan kemaren. Sedangkan di meja ada sambal, jeruk nipis, saos merah, dan kecap manis.

Pelayanannya cukup cepat karena gak menunggu lama setelah saya pesan, bakso kikilnya sudah datang beserta esnya. Ya emang penjual es sama minumnya kelihatan misah jadi bisa konsen sama pesanan masing – masing.


Bakso kikilnya disini memang terbilang unik yah menurut saya karena beda sama bakso biasanya. Terutama dari segi kuah, kalau bakso biasa kuahnya bening, sedangkan bakso kikil warnanya kuning kecoklatan seperti kuah kare gitu butek.

Rasa pertama nyruput kuahnya sih sedikit, pedas, agak gurih, manis dan kecut. Overall enak sih, kuahnya juga banyak, dan kikilnya juga lumayan banyak juga, dengan 1 pentol yang besar. Satu mangkok aja sudah kenyang itu dah.


Saya saja hampir gak habis, sebagian kikil saya berikan ke suami saya. Untuk kikilnya sih saya rasa potongnya terlalu kebesaran, saya gigitnya susah dan alot. Kikilnya ada dagingnya sedikit kalau bisa banyakin aja biar tambah sedappp. Hehehe.


Pentolnya sih enak, berasa banget dagingnya. Gorengannya nothing special, enak sama kayak yang lain dan sedikit krempeng ya sesuai sama harganya yang cuma 500an. Lontongnya juga mantap, bisa bikin kenyang.

Kekurangan

Yang kurang dari bakso Pak Oshin ini cuma 2 yaitu tusuk gigi dan tempat cuci tangan. Namanya aja habis makan daging yah, jadi pasti banyak orang yang akan keselilit juga giginya.

Kalau beruntung seperti saya, ada tulang sapinya yang kecil di mangkok bakso. Biasanya kalau makan pakai sendok khan gak enak ya, enaknya tuh langsung dipegang sama tangan terus disesepin tulangnya dan dikerikiti.

Kemaren sempat bingung saya habis pegang tulang rasanya risih kalau gak cuci tangan. Alhasil saya minta es batu dari minuman suami saya untuk cuci tangan dan dilap dengan tisu supaya gak pliket dan gak lengket lagi. Opsi kedua anda bisa beli air mineral atau bawa air dari rumah untuk cuci tangan aja.


Harga

Makan berdua untuk porsi yang saya pesan diatas menghabiskan uang 49.000 rupiah ditambah uang parkir dadakan 1000 rupiah. Harusnya sih parkir sekarang 3000 rupiah yah, tapi karena saya gak ada uang kecil jadi terpaksa saya kasih seadanya. Jadilah pas uang 50 ribu habis dikantong. 

Nilai

Untuk rasa dari bakso kikil pak Oshin saya beri nilai 4 dari 5 karena tempat dan rasanya belum memenuhi rasa enak dan nyaman menurut saya. Bagaimana menurut anda guys? Pasti punya penilaian juga donk?
Previous
Next Post »
Powered by Blogger.