Review Fotocopian Dekat Pertigaan Petemon Kali Surabaya

Saya sempat sebel banget sama satu tempat fotocopian. Yang punya seorang perempuan cina paru baya, dan waktu itu saya sebenarnya kesusu atau bahasa indonesianya terburu – buru. Saat itu juga saya sangat capek harus muter – muter naruh lamaran dengan suami, mana belum sarapan lagi.

Fotocopian sebenarnya adalah sesuatu yang sangat sepele. Tinggal masukin kertas, kemudian tunggu mesin berjalan mencopy dengan sendirinya. Namun kalau antriannya memanjang kenapa ga nambah karyawan saja. #LetsGuide

Pasalnya ada salah satu fotocopian yang letaknya ada di balik pom bensin arjuna. Yang pertigaan sebelum menuju pom Arjuna. Saya lihat sih sepi, Cuma 1 orang aja yang menunggu. Saya pikir ya akan cepat selesai soalnya saya juga kepanasan, capek, dan ingin segera melentangkan diri di kasur.

Saya sambil menunggu, akhirnya ibu itu menghampiri saya dan bertanya. Mau fotocopy apa? Saya sodorkan berkas – berkas saya yang sudah mulai menipis. Sekitar 6 lembar saja, dan saya minta copy masing – masing 10 lembar aja.

Setelah itu memang kertas yang saya kasih tadi di ambil. Tapi eh ternyata kertas tadi cuma disisihkan aja, dan dia melanjutkan fotocopian yang tadi punya masnya belum selesai. Nunggu kira – kira selama 15 menitan akhirnya punya masnya selesai.

Selesai itu saya kira punya saya kemudian, ternyata tidak karena tiba – tiba ada seorang ibu – ibu lagi datang, kemudian menanyakan fotocopiannya tadi. Gimana sudah atau belum? Ibu itu bertanya sambil nada gregetan. Daritadi kok belum selesai sih. Iya ini kurang dikit, kata pemilik fotocopian tersebut.

Saya pun bertambah pegel dibuatnya, untuk narik kertas saya juga gak enak. Akhirnya saya tungguin dengan sabar, saya sama suami memutuskan untuk duduk dulu makan buah yg saya beli tadi. Sampai buah saya habis ternyata belum selesai juga.

Kemudian saat itu ada lagi bapak – bapak yang kayaknya sudah kenal sama ibu fotocopian tadi. Dia mau fotocopi ktp aja, langsung diladeni gak perlu nunggu. Duh emang orang ini pilih pilih orang kali ya. Melihat saya yang agak jengkel. SI ibunya kemudian, bentar ya mbak habis ini selesai. Alamak ini udah berapa lama? 30 menit lebih guys.

Ok deh kalau begitu. Suami saya juga ekspresi mukanya jadi ga enak gitu. Akhirnya 40 menit kemudian, kertas saya pun jadi. Gimana sih, tau gak waktu itu adalah uang. Harusnya kalau ga sanggup kerja sendirian, rekrut karyawan atau ajak keluarga bekerja khan bisa. Jadi gak kelamaan begini.

Sudah lama mahal pula, saya menghabiskan uang 20 ribu aja untuk fotocopi 60 lembar. Karena pelayanannya yg buruk, orangnya juga endel, kemayu, dan mahal juga saya kasih nilai 00000. Bukan 1 lagi. Malas kalau mau kesini lagi!
Previous
Next Post »
Powered by Blogger.